Loncat ke isi

Simbol dari Tut Wuri Handayani

Deri Wikipédi, ènsiklopédi perdèo

Simbol Tut Wuri Handayani didirikan melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0398/M/1977 mengenai Simbol Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Saat ini, simbol Tut Wuri Handayani dipake oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dan unit-unit vertikal di bawahnya. Simbol dengan motto tut wuri handayani dibuat oleh Ki Hadjar Dewantara, pelopor pendidikan bagi penduduk asli Indonesia selama era Hindia Belanda.

[permak | permak sumber]

Berikut adalah detail tentang arti yang terkandung dalam Logo yang digunakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Penelitian, dan Teknologi Republik Indonesia:

  • Area segi lima biru menyiratkan kejujuran, ketenangan, kesetiaan, keandalan, harmoni, kesabaran dan kepekaan.
  • Motto tut wuri handayani digunakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam menerapkan sistem pendidikannya. Dimasukinnye motto sebagai bentuk apresiasi dan hormat buat Ki Hajar Dewantara, yang ulang tahunnye diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.
  • Garuda dengan jambul berapi-api di dadanya menggambarkan sifat yang berani, mandiri, dinamis, perkasa dan antusias dalam menjelajahi langit yang luas. Sepasang sayap dan lima ekor merujuk ke Pancasila sebagai dasar negara.
  • Buku adalah metafora untuk sumber pengetahuan sebagai kekuatan untuk menjalani hidup .
  • Garuda dan buku putih berarti kesucian, kebersihan, dan ketulusan. Warna merah api yang menyala menandakan kebesaran dan kemuliaan pengabdian, penuh keberanian dan kemauan untuk berkorban dalam mempertahankan kebenaran dan kebaikan.

Logo ini dijadiin identitas resmi buat setiap lembaga di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Penelitian dan Teknologi. Simbol yang wajib dipake di seragam siswa dari pendidikan PAUD sampe SMA, seragam PGRI, dan seragam PNS Kemendikbudristek. Tapi, kagak ada kewajiban buat sekolah negeri atau swasta buat bikin logo yang isinya logo Kemendikbudristek, karena sekolah bukan unit kerja/unit organisasi di lingkungan Kemendikbudristek.

Referensi

[permak | permak sumber]